Kalimat Majemuk Pengandaian Bahasa Jepang pada Buku Manabou Nihongo Chuukyuu

Authors

  • Shabrina Rahmalia Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
  • Aam Hamidah Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
  • Ani Sunarni Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA

DOI:

https://doi.org/10.58220/jba.v16i2.56

Keywords:

Kalimat Majemuk, Kalimat Pengandaian, Sintaksis

Abstract

Judul penelitian ini adalah Kalimat Majemuk Pengandaian Bahasa Jepang pada Buku Manabou Nihongo Chuukyuu. Kalimat majemuk terdiri atas klausa bawahan dan klausa utama. Dalam bahasa Jepang kalimat majemuk disebut joukenbun. Penelitian ini menggunakan pendekatan sintaksis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur dan jenis kalimat pengandaian bahasa Jepang. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Iori (2012) dan Ogawa dan Saegusa (2019). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat yang terdapat dalam wacana pada buku Manabou Nihongo Chukyuu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data yang ditemukan, kalimat majemuk pengandaian bahasa Jepang ditandai dengan konjungsi ba, tara, to, dan nara. Dari 20 data yang dianalisis, 1 data jenis hanjijitsuteki jouken, 5 data kakutei jouken, 11 data koujouteki jouken, dan 3 data jijitsuteki jouken. Data dengan jenis kakutei jouken tidak ditemukan pada sumber data. jenis katei jouken pada data yang ditemukan menggunakan konjungsi ba, tara, dan nara. Tipe hanjijitsuteki jouken hanya menggunakan konjungsi ba, koujouteki jouken menggunakan konjungsi to dan ba, dan jijitsuteki jouken menggunakan konjungsi to, tara, nara. Data yang paling banyak ditemukan adalah jenis jijitsuteki jouken yang menggunakan partikel to sebanyak 10 data. Pada tipe ini, jika klausa bawahan terjadi, umumnya klausa utama terjadi. Klausa bawahan dan klausa utama merupakan informasi dan penggetahuan yang umum atau kebiasaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Artadi, Ari, Hari Setiawan. 2020. Penggunaan dan Fungsi Kalimat Kondisional Bahasa Jepang Berdasarkan Modalitas dan Teori Teritori Informasi. Universitas Gadjah Mada: Jurnal Lingua Applicata.

Chaer, Abdul, 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2015. Sintaksis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Djajasudarma, Fatimah. 2010. Metode Linguistik Umum. Bandung: Refika Aditama.

Iori, Isao. 2000. Nihongo Bunpou Handobukku. Tokyo: Surii E Nettowaaku.

Iori, Isao. 2012. Atarashii Nihongogaku Nyuumon. Tokyo: Surii E Nettowaaku.

Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Masaoka, Takashi dan Takubo Yukinori, 1992. KisoNihongo Bunpou. Tokyo: Kuroshio Shuppan.

Nitta, Yoshio et al. 2009. Gendai Nihongo Bunpou 7. Tokyo: Kuroshio Shuppan.

Ogawa, Yoshimi dan Saegusa Reiko. 2019. Kotogara no kankei o Arawasu Hyougen Fukubun. Tokyo: Surie Nettowaku.

Rahmi, ilvi. 2020. Kalimat Majemuk Bahasa Jepang dalam Novel IQ84 Karya Haruki Murakami. Masters Thesis, Universitas Andalas.

Sudjianto dan Ahmad Dahidi. 2012. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc Publishing.

Sutedi, Dedi. 2011. Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.

Downloads

Published

24-12-2023

How to Cite

Rahmalia, S., Hamidah, A., & Sunarni, A. (2023). Kalimat Majemuk Pengandaian Bahasa Jepang pada Buku Manabou Nihongo Chuukyuu. Jurnal Bahasa Asing, 16(2), 102–114. https://doi.org/10.58220/jba.v16i2.56